Awas, Kantuk Pembunuh #1!

Categories: Berita.

Dilansir dari http://otomotif.kompas.com/read/2013/07/30/9267/Awas.Kantuk.Pembunuh.1. Penulis: Aris F. Harvenda | Selasa, 30 Juli 2013 | 15:38 WIB Jakarta, KompasOtomotif – Mengantuk saat mengemudikan mobil atau mengendarai sepeda motor, menjadi penyebab utama kecelakaan di jalan raya. Sebagai pembanding – data Operasi Ketupat 23 Agustus – 7 September 2011 – kecelakaan karena pengemudi atau pengendara mengantuk  mencapai 1.018 kasus,  kondisi kendaraan tidak layak 449 kasus dan jalan rusak 387 kasus. “Mengantuk saat mengemudi sama bahayanya dengan mabuk. Pada kondisi tersebut pengemudi tidak sadarkan diri. Respon terhadap kendaraan dan kondisi sekitar menurun. Kewaspadaan juga buruk! Bayangkan bahayanya jika Anda sedang mengemudi pada kecepatan 60 kpj , tiba-tiba mata ditutup sepersekian detik. Apa yang akan terjadi?,” papar Dr. Andreas Prasadja, RPSGT, Sleep Technologist, Rumah Sakit Mitra Kemayoran. Ditegaskan, tidak ada obat mujarab untuk mengatasi kantuk selain tidur. Minuman dan permen suplemen seperti kopi, sifatnya hanya menunda. Bahkan baru bekerja setengah jam setelah dikonsumsi. Beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai antisipasi mengantuk saat mengemudi. 1. Tidur cukup. Idealnya, manusia tidur sehari 6 – 7 jam. Banyak kalangan menganggap, mudik bisa dilakukan dengan tidur secukupnya kendati masih punya hutang tidur pada hari sebelumnya.”Paling benar, bayar dulu hutang tidur. Setelah itu, tidurlah yang cukup sebelum melakukan perjalanan jauh,” tuturnya. 2. Jam biologis. Atur perjalanan sesuai dengan jam tidur. Misalnya, Anda biasa terjaga di siang hari. Jangan paksa mengemudi di malam hari. Di luar jadwal tersebut, jam rawan kantuk adalah antara 13.00 – 15.00 dan 02.00 – 04.00. Jika sudah mengantuk, pinggirkan kendaraan dan tidur sebentar  agar kembali segar. Terbaik bergantian menyetir dengan kerabat yang masih fit. 3. Puasa. Sebenarnya tidak ada hubungan langsung antara puasa dengan kantuk. Gejala tersebut menjadi lebih sering muncul akibat jam biologis yang berubah atau berkurang. Jika frekuensi mengantuknya lebih banyak, jangan terlalu dipaksakan berpuasa. Gejala seseorang mulai mengantuk, lanjut Andreas, antara lain sering menguap, mata berair dan kepala kerap disandarkan di head rest. Jangan paksakan tetap mengemudi karena Anda tidak pernah tahu kapan kehilangan kesadaran karena terlelap sejenak. “Kurangi penggunaan obat-obatan beralkohol karenabisa merangsang munculnya kantuk,” tutup Andreas Editor : Zulkifli BJ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *