Jangan Biarkan Mobil Anda Sering Terjemur Matahari!

Categories: Artikel.
Akhir-akhir ini kondisi cuaca di daerah Jakarta bisa dikatakan sangat terik. Suhu udara bisa mencapai 35 derajat celsius. Suhu tinggi, udara panas, dan paparan sinar matahari yang menyengat ternyata juga dapat memberikan efek buruk pada mobil apabila sering diparkir di lapangan terbuka dan dalam waktu berjam-jam. Apa saja efek buruk tersebut?
Untuk eksterior, warna cat mobil akan cepat pudar dan kusam apabila sering terjemur matahari dalam waktu lama. Selain itu, bagian karet di wiper juga dapat mengeras dan rusak serta bisa menyebabkan baret pada kaca ketika dipakai. Untuk interior, suhu di dalam kabin bisa menjadi sangat tinggi hingga 70 derajat Celsius. Selain tidak nyaman, suhu tinggi dapat berpengaruh pada cat dasbor mobil. Umumnya pengendara akan menyalakan AC dengan suhu tinggi agar suhu mobil cepat turun yang pastinya malah memboroskan bahan bakar. Bagaimana mengatasi hal ini? Usahakan agar sebisa mungkin mobil di parkir di area yang terlindungi seperti basement atau geudng parkir beratap misalnya. Beberapa orang mungkin merasa malas jika harus parkir di dalam gedung, padahal lokasi tersebut sangat dianjurkan agar mobil tetap terawat baik. Jika parkir di rumah tanpa garasi, maka bisa diberikan atap kanopi agar mobil tidak terkena sinar matahari langsung.   Seandainya lokasi tidak memungkinkan dan tetap harus memarkir kendaraan di lapangan terbuka, cobalah mencari lokasi yang sejuk seperti di bawah pohon. Pada saat kendaraan Anda diparkir di area terbuka, sebaiknya: 1. Tegakkan wiper depan dan belakang (jika ada) Kaca mobil adalah pemantul panas yang baik dan apabila wiper dibiarkan terus menempel pada kaca yang panas, maka wiper akan mejadi cepat rusak, mengeras, dan tidak lagi rata. 2. Buka sedikit kaca samping hingga pembatas side visor Jika lokasi parkir cukup aman, metode membuka kaca samping depan dan belakang hingga batas side visor, dapat memberikan sirkulasi udara yang cukup agar mobil tidak mejadi sangat panas dan pengap. Anda pun tidak harus menaikkan level AC lebih tinggi saat kembali ke mobil. Cara ini juga dapat menghemat bahan bakar. Jika mobil Anda tidak memiliki side visor, tidak ada salahnya menyisihkan sedikit uang untuk memasangnya karena fungsinya yang baik. Selain untuk sirkulasi udara di musim kemarau, di musim hujan side visor ini berfungsi untuk mengurangi tekanan atas terpaan hujan dan angin kencang dari sisi samping mobil. 3. Lapisi dengan kaca film yang memiliki filter UV Kaca film dengan filter UV memang cenderung lebih mahal, tapi pastinya memiliki fungsi yang lebih optimal dalam menghindari efek buruk matahari di kabin. 4. Rutin poles body mobil Jadikan pemolesan warna pada badan mobil menjadi salah satu perawatan rutin mobil Anda. Dengan pemolesan, cat akan memiliki pelindung sehingga tidak cepat kusam saat terjemur matahari. Saat ini sudah banyak salon mobil yang menyediakan paket-paket perawatan dengan harga terjangkau.   Sumber:http://otomotif.kompas.com/read/2014/10/08/125909215/Inilah.Efek.Buruk.Panas.Matahari.pada.Mobil Foto cover: dok. ASSA Rent Foto insert: 1.       Side visor: http://www.vicky.in/images/accessories/cars/toyota/fortuner/toyota-fortuner-side-visor.jpg 2.       Kanopi: http://septanabp.files.wordpress.com/2013/06/made-in-china-com-2.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *