TATA KELOLA USAHA

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menyadari pentingnya penerapan GCG yang berkesinambungan di lingkungan Perusahaan

ASSA menyadari bahwa penerapan GCG secara konsisten kian penting di tengah persaingan global yang semakin terbuka. Dalam penerapan tata kelola, ASSA berlandas pada prinsip Transparansi (Transparency), Akuntabilitas (Accountability), Responsibilitas (Responsibility), Kemandirian (Independency) dan Kewajaran dan Kesetaraan (Fairness).

ASSA telah menerapkan GCG secara bertahap, mulai dari fase compliance, conformance, performance hinga fase sustainable. Semua dilakukan untuk mendukung pembangunan lingkungan bisnis yang sehat bagi semua pemangku kepentingan.

tata_kelola_assa_03
tata_kelola_assa_05
assa_tata_kelola_10

PIAGAM KOMITE AUDIT

SK Dekom Pengangkatan Komite Audit

Piagam Komite Audit

MANUAL KEBIJAKAN & STANDARD ETIKA

Manual Kebijakan Perusahaan & Standar Etika

KOMITE RISK MANAGEMENT

SK Risk Management

Risk Management Charter

TANGGUNG JAWAB SOSIAL

assarent-csr

ASSA berkomitmen untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas kehidupan dan lingkungan sekitar yang membawa manfaat bagi masyarakat dan generasi yang akan datang. Komitmen tersebut direalisasikan dengan berbagai program CSR yang dikelola secara terarah, konsisten dan tepat sasaran. Dengan berlandaskan 3P (People, Planet dan Profit), ASSA berusaha menciptakan keselarasan antara kinerja operasional yang menghasilkan profit bagi pemangku kepentingan dengan tanggung jawab sosial dan kemasyarakatan serta lingkungan yang berkelanjutan.

assarent-csr-2

TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Aktivitas CSR 2014

Aktivitas CSR 2013

Aktivitas CSR 2012

SISTEM WHISTLEBLOWER (WBS)

Whistleblower System sebagai Bagian Penerapan Sistem Pengendalian Fraud dan Good Corporate Governance

Dalam rangka meningkatkan efektivitas penerapan sistem pengendalian fraud dan Good Corporate Governance dengan menitikberatkan pada pengungkapan dari pengaduan (pelaporan), maka perlu dirumuskan kebijakan Whistleblowing system secara jelas, mudah dimengerti, dan dapat diimplementasikan secara efektif agar memberikan dorongan serta kesadaran kepada karyawan dan pejabat PT Adi Sarana Armada Tbk untuk melaporkan tindakan fraud, pelanggaran terhadap hukum, peraturan perusahaan, kode etik, dan benturan kepentingan yang terjadi di Perusahaan.

WBS merupakan sarana komunikasi bagi pihak internal perusahaan untuk melaporkan perbuatan/perilaku/kejadian yang berhubungan dengan tindakan fraud, pelanggaran terhadap hukum, peraturan perusahaan, kode etik, dan benturan kepentingan yang dilakukan oleh pelaku di internal perusahaan. Pengaduan harus didasari itikad baik dan bukan merupakan suatu keluhan pribadi ataupun didasari kehendak buruk/fitnah.

WBS dibentuk oleh Perusahaan dengan didasarkan pada keseriusan Perusahaan untuk menerapkan GCG di lingkungan internal Perusahaan. Adapun tujuan dari WBS di ASSA adalah sebagai berikut:

  • Mengatasi keterbatasan system internal kontrol, seperti adanya kolusi, pertimbangan management dan internal audit yang tidak bisa mengontrol semua proses di setiap kegiatan, waktu dan tempat;
  • Memberikan jaminan kerahasiaan serta sarana pelaporan;
  • Mendukung penerapan praktik GCG dan peraturan Perseroan

Kebijakan WBS ini diberlakukan bagi seluruh stakeholders PT Adi Sarana Armada Tbk dan Anak Perseroan Pihak yang dapat melaporkan pelanggaran adalah sebagai berikut:

  • Internal : semua karyawan dan pihak yang berkepentingan
  • Eksternal : pelanggan, pemasok, publik, investor dan pihak lainnya yang merasa berkepentingan

Pengelolaan WBS ini akan dimonitoring secara berkala atau setiap 3 (tiga) bulan sekali mengenai efektifitas penerapannya oleh Tim WBS. Pelaksanaan Audit dan Review dapat dilakukan sendiri oleh Tim WBS, Managemen atau Auditor Internal. Managemen Perseroan akan melakukan evaluasi terhadap pelaporan WBS 6 (enam) bulan sekali atau sesuai kebutuhan mengenai progress monitoring WBS.

Perusahaan menyadari pentingnya transparasi yang berkelanjutan dalam pengelolaan Perusahaan agar lebih mendapatkan kepercayaan dari stakeholdernya. Untuk itu dari waktu ke waktu Perusahaan dituntut untuk lebih menerapkan GCG sebegai bagian dari budaya kerja Perusahaan.

wbs-2

WHISTLEBLOWER POLICY

Whistleblower Policy

SK Whistleblower System